SOSIOLOGI AL-QUR`ÂN Menuju Masyarakat Ideal Berbasis Spiritualitas, Moderasi, dan Berperadaban Maju

15 views
SOSIOLOGI AL-QUR`ÂN
Menuju Masyarakat Ideal Berbasis Spiritualitas, Moderasi, dan Berperadaban Maju

Meskipun al-Qur`ân diturunkan di masyarakat Arab pada abad ke-6 M dan dalam konteks spesifik, dengan kultur yang berbeda dengan kultur di tempat lain, namun al-Qur`ân sendiri berdiktum tentang dirinya bahwa ia adalah “petunjuk bagi manusia” (hudan li al-nâs), bahkan kitab suci ini berisi “bukti-bukti yang jelas dari petunjuk itu” (bayyinât min al-hudâ), dan “standar, patokan, pembeda” (al-furqân) antara yang benar dan yang keliru. Seorang intelektual asal Pakistan, Fazlur Rahman, juga pernah memformulasi tujuan al-Qur`ân ini lebih lanjut, “al-Qur`ân adalah dokumen yang ditujukan kepada manusia”.2 Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa, al-Qur`ân bukanlah risalah tentang Tuhan dan sifat-Nya saja. Kenapa? Itu artinya, al-Qur`ân bukan sekadar kitab suci yang berisi uraian tentang ketuhanan melulu, karena ditinjau dari aspek keyakinan pun, adanya Tuhan itu fungsional, tegas Fazlur Rahman. Dia adalah zat Pencipta dan pemelihara alam semesta dan manusia, dan memberi petunjuk kepada mereka dan memberi keputusan (memberi pahala dan menghukum.

Gambar Gravatar
Penerbit Buku Jogja Murah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *