EPISTEMOLOGI NAḤWU [PEDAGOGIS] MODERN

19 views

EPISTEMOLOGI NAHWU MODERN DPN

Ditinjau dari sisi model dan nalar keilmuan, naḥw dan uṣūl an-naḥw sejajar dengan fiqh dan uṣūl al-fiqh, bahkan term-term epistemik dari keduanya hampir sama seperti istiṣḥāb, istiḥsān, qiyās dan ‘illah. Namun demikian, di lembaga pendidikan Islam Indonesia, khususnya pesantren, dilihat dari praktiknya, uṣūl an-naḥw tidak sepopuler uṣūl al-fiqh. Tidak banyak-jika dikatakan tidak ada-pesantren yang mengkaji uṣūl an-naḥw, alih-alih memasukkannya dalam kurikulum. Barangkali, ini disebabkan, mengikuti pendapat Jalāl ad-Dīn as-Suyūṭī (1445-1505), an-naḥw ‘ilm qad naḍija wa iḥtaraqa (naḥw adalah ilmu yang telah matang dan terbakar). Artinya, di dalam naḥw sebagai produk dari uṣūl an-naḥw, tidak ada lagi pintu “ijtihad”, karena naḥw dianggap telah sempurna dan paripurna. Sementara fiqh sebagai bagian dari produk uṣūl al-fiqh, selalu berkembang seirama dengan perkembangan realitas sosiologis manusia. Sehingga, sampai saat ini, uṣūl al-fiqh masih dikaji secara komprehensif di pesantren, madrasah dan perguruan tinggi keislaman. (K.H. Abdul Ghaffar Rozin, M.Ed. Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) NU dan Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati)

Gambar Gravatar
Penerbit Buku Jogja Murah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *